Perbandingan Aplikasi Web dengan Aplikasi Desktop

Saat ini kecepatan akses Internet di tempat kita (terutama di kota-kota besar) sudah cukup memadai sehingga kita bisa menggunakan aplikasi Web (Web App) untuk bekerja. Memang kadang-kadang masih suka “menunggu” loading namun hal ini sudah lumrah. “Aplikasi Web memang begitu!”

Perbandingan antara aplikasi Web dengan aplikasi desktop mungkin sudah sering anda baca, mudah dicari melalui Google, terutama dalam bahasa Inggris. Saya tidak bermaksud untuk membuat perbandingan/ komparasi semacam itu, apalagi hanya menerjemahkan perbandingan yang sudah dibuat orang, tetapi saya ingin memberi penekanan pada “apakah kita harus menggunakan aplikasi Web?”

 

APLIKASI WEB

Aplikasi Web adalah aplikasi yang dijalankan dalam software Web Browser. Untuk menjalankan aplikasi Web anda harus terkoneksi dengan Internet, menjalankan software Web browser, lalu mengakses alamat (URL) dari aplikasi tersebut. Dalam hal ini, software Web browser anda harus mendukung/ bisa menjalanan aplikasi Web tersebut, dan anda memang boleh mengaksesnya (melewati firewall atau proxy di tempat kerja, ISP, atau kebijakan pemerintah).

Namun karena syarat-syarat di atas sudah “biasa” terpenuhi (koneksi Internet sudah ada, Web browser sudah mendukung, dan akses tidak dibatasi) maka kita merasakan hal-hal itu TIDAK menjadi syarat lagi.

Kelebihan aplikasi Web dalam hal ini:

  1. Tidak perlu menginstal aplikasi pada komputer kita, bahkan aplikasi Web bisa dijalankan pada smart phone, cross-platform (tidak memikirkan sistem operasi lagi karena bekerja di dalam software browser). Kita hanya perlu mengingat alamat (URL) aplikasinya, dan ini pun umumnya sudah diingat oleh browser (tersimpan dalam cache atau history).
  2. Bisa menjalankan aplikasi di mana pun (tidak harus di komputer kita sendiri), dan bisa kapan pun (karena server selalu on, baik server yang menyimpan aplikasi maupun server yang menyimpan data).

Kekurangan aplikasi Web, antara lain:

  1. Perlu koneksi Internet (yang cukup cepat) untuk mengaksesnya (jika aplikasi ditaruh di Internet, bukan Intranet).
  2. Aplikasi Web dibatasi oleh browser. Perlu diketahui bahwa Web browser mempunyai “kebijakan” sendiri yang cukup ketat terutama dalam menjaga keamanan dan privasi pemakainya, sehingga pembuat aplikasi Web harus bekerja keras untuk mengatasi atau menyiasati batasan dari browser.
  3. Sudah umum dirasakan bahwa aplikasi Web sangat “ketat”, terutama dalam hal keamanan karena melalui transmisi publik (Internet), sehingga kita harus sabar menunggu kiriman data yang kita request. Kiriman data yang kita terima pun tidak bisa banyak sekaligus. Update data juga dilakukan satu demi satu, dan di antara setiap perintah atau request, kita perlu sabar menunggu. Oleh karena hal ini sudah lumrah, maka kita menjadi maklum. “Aplikasi Web memang begitu!”

Sebenarnya, kekurangan yang disebutkan di atas hanyalah kekurangan yang dirasakan atau terjadi di sisi pengguna (user). Ada banyak “kekurangan” lain yang dirasakan di sisi developer (pembuat aplikasi) dan penyedia (hoster), antara lain:

  • Programming yang dilakukan harus menggunakan macam-macam teknologi, sistem, dan lain-lain. Aslinya, Web browser hanya mengerti bahasa HTML. Dalam perkembangannya, browser diberi kemampuan untuk “menjalankan” program di sisi server, di mana program (atau sekarang kita menyebutnya aplikasi Web) mengirimkan hasil yang dimengerti oleh Web browser untuk ditampilkan.
  • Concern utama developer aplikasi Web adalah: keamanan, kecepatan, fleksibilitas tampilan pada berbagai device.

Oleh karena itu, pembuatan aplikasi Web lebih memakan waktu dan tenaga, sehingga otomatis akan memakan biaya yang lebih banyak.

Semakin baik sebuah aplikasi Web, tentu akan semakin tinggi biayanya! Jika penyedia aplikasi Web kekurangan dana, maka dampaknya tentu pada kualitas aplikasi yang dihasilkan.

 

APLIKASI DESKTOP

Aplikasi desktop adalah aplikasi yang dijalankan pada komputer secara langsung, umumnya bersifat offline (tidak memerlukan koneksi Internet) namun bisa juga membutuhkan data yang ditransmisikan melalui Internet.

Kelemahan aplikasi desktop antara lain:

  1. Program aplikasi harus diinstal pada komputer, sehingga hanya dapat dijalankan pada komputer di mana aplikasi tersebut diinstal.
    Namun ada juga aplikasi yang tidak harus diinstal, tetapi bisa dijalankan secara langsung, bahkan ditaruh dalam flashdisk sehingga bisa dibawa dan dijalankan pada komputer mana saja.
  2. Umumnya aplikasi desktop tergantung pada sistem operasi (tidak cross-platform), artinya program yang dibuat untuk Windows tidak bisa dijalankan pada Macintosh atau Android.
    Dalam hal ini mungkin tidak terlalu menjadi masalah, misalnya karena umumnya pengguna menggunakan sistem operasi Windows.

Kelebihan aplikasi desktop antara lain:

  1. Lebih cepat (dibandingkan dengan aplikasi Web), karena berada di komputer lokal (tidak melalui transmisi Internet). Jika data ditarik dari server melalui koneksi Internet, maka transmisi tersebut hanya berupa data dan menggunakan protokol khusus.
  2. Lebih leluasa mengelola dan mengolah data (terutama karena kecepatan, serta tidak dibatasi oleh software browser).
  3. Lebih aman, karena berada di komputer lokal dan tidak terekspose ke ranah publik seperti di Internet.

Di sisi pembuatan pun, aplikasi desktop tentu lebih mudah sehingga bisa menekan biaya.

 

MEMILIH APLIKASI WEB ATAU APLIKASI DESKTOP

Jika melihat kemudahan aksesnya, tentu semua orang akan memilih menggunakan aplikasi Web, tetapi jika mempertimbangkan keleluasaan dan kecepatan dalam bekerja, mungkin banyak yang akan memilih menggunakan aplikasi desktop.

Tinggal pertanyaannya: apakah kemudahan akses lebih utama daripada keleluasaan dalam bekerja? Pertanyaan ini hanya mampu dijawab oleh orang yang setiap hari bekerja menggunakan aplikasi tersebut. Jika pekerjaan cukup mudah dilakukan melalui browser, pilihannya akan jatuh pada aplikasi Web, dengan kata lain: akses untuk menjalankan aplikasi lebih mudah dan bekerja dengan aplikasi itu pun cukup konvenien.

Sekarang, pertimbangan di sisi pengadaan aplikasi Web. Bagi perusahaan yang memiliki tim developer sendiri dan memang mampu melakukannya, pembuatan aplikasi Web bisa dilaksanakan. Jika tidak, maka harus membayar pihak lain untuk membuatkan aplikasinya, atau berlangganan aplikasi yang sudah tersedia di pasar.

Aplikasi seperti akuntansi, manajemen persediaan, dan semacam itu yang sudah populer dan standar umumnya sudah tersedia, dan kita tinggal berlangganan untuk menggunakannya. Kelebihan cara ini: perusahaan hanya mengeluarkan biaya langganan, dan tentu lebih murah dibandingkan jika harus membuat sendiri. Kekurangan cara ini: kita terbebani biaya langganan yang terus menerus, dan data kita berada pada server orang lain (pihak penyedia).

Jika aplikasi yang tersedia di pasar kurang sesuai dengan sistem prosedur di perusahaan, maka pilihannya adalah meminta kustomasi kepada penyedia langganan, atau membuat aplikasi sendiri. Kedua pilihan ini sama-sama berat di ongkos.

Jika anda merasa tidak mengapa aplikasi harus dipasang atau dijalankan di komputer tertentu, maka anda bisa mempertimbangkan aplikasi desktop. Aplikasi desktop jelas lebih beragam sehingga banyak pilihan, dan jika pun harus membeli atau membuat sendiri, tentunya hanya membutuhkan biaya yang lebih ringan dibandingkan harus membuat aplikasi Web (dengan fitur dan fungsi serupa).

Pembuatan aplikasi desktop juga bisa dilakukan secara parsial, dan tidak dituntut sempurna dalam hal keamanan. Toh hanya digunakan secara internal di dalam LAN perusahaan, bukan di Internet di mana orang seluruh dunia kemungkinan bisa mengaksesnya.

Pilihan yang lain adalah “hybrid” yaitu kombinasi antara aplikasi Web dan aplikasi desktop. Fungsi yang harus diakses melalui Web dibuatkan aplikasi webnya, sedangkan fungsi yang lain bisa dibuatkan aplikasi desktopnya.

 

APLIKASI MOBILE

Tidak bisa dipungkiri penggunaan mobile device saat sekarang sudah merupakan hal yang lumrah. Jika sebuah pekerjaan bisa dilakukan di smart phone, buat apa lagi kita membuka komputer?

Aplikasi Web umumnya bisa dibuka (diakses) melalui perangkat mobile, karena menggunakan Web browser (tidak masalah dengan sistem operasi perangkat), namun untuk kenyamanan akses, aplikasi Web tersebut hendaknya sudah mobile friendly, karena ukuran layar perangkat mobile yang lebih kecil daripada komputer.

Pertimbangannya kembali kepada kenyamanan dan keleluasaan dalam bekerja: apakah untuk pekerjaan tersebut butuh melihat layar yang lebih luas? Apakah banyak menggunakan mouse dan keyboard? Apakah mengelola dan mengolah banyak data?

Kesimpulan yang bisa kita tarik adalah: dalam penyediaan program aplikasi, kita harus melihat pada kebutuhannya. Jika tidak harus diakses melalui Web browser, maka pilihan aplikasi desktop tetap bisa diambil karena lebih murah, lebih “aman”, dan lebih leluasa di dalam pemakaian. Jika ada bagian yang harus diakses secara online maka bagian tersebut harus dibuatkan aplikasi webnya.

 

APLIKASI ONLINE

Perlu sedikit disampaikan di sini bahwa pengertian “aplikasi online” tidak harus berupa “aplikasi Web”. Jaringan Internet tetap bisa dimanfaatkan untuk transmisi data tanpa harus membuat aplikasi Web, atau dengan kata lain: aplikasi desktop pun bisa dijalankan “secara online”. Contoh: server database berada di Jakarta, sedangkan user sebagian berada di Bandung, Medan, Surabaya, dan sebagainya. Akses ke server database oleh aplikasi desktop bisa melalui Internet, misalnya dengan menggunakan VPN.

Cara yang lain lagi adalah dengan menyewa server database pada penyedia hosting. Dengan cara ini database memang ada di Internet sehingga bisa diakses dari mana pun, sementara aplikasi yang digunakan tetap aplikasi desktop. Cara ini memberi keuntungan antara lain: kita tidak perlu mengadakan komputer server dan sistem/softwarenya sendiri, serta kita tidak perlu “menjaga” keamanan server sendiri karena sudah dilakukan oleh penyedia layanan yang notabene mempunyai tim yang lebih ahli untuk itu.

Nah, pilihan sekarang di tangan anda. Pikirkanlah!

1 thought on “Perbandingan Aplikasi Web dengan Aplikasi Desktop

  1. yanka11 Reply

    Penjelasan yg cukup komprehensip….
    Intinya aplikasi d buat untuk memenuhi kebutuhan user.
    Untuk user sedikit dalam LAN aplikasi Desktop Offline pilihan paling tepat. Aplikasi dgn MS Access bisa jadi salah satu solusinya.
    Eh aplikasi web juga bisa berjalan scara offline dalam LAN.

    Utuk user banyak dari berbagai lokasi berbeda, aplikasi Web Online pilihannya. Seperti aplikasi ujian online.

    Saat ingin memberikan layanan lebih untuk member, maka aplikasi mobile online solusi yg tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *